Wahyaning wahyu tumelung, tulus tan kena tinegor (wirid hidayat jati, R.Ng. Ronggowarsito)
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Agustus 2021
Kamis, 05 Agustus 2021
Erotisme Seni untuk Apa?
Maria Magdalena Bhoenomo *
suarakarya-online.com
Pertanyaan bernada gugatan seperti judul tulisan ini, mungkin bisa digeneralisasikan. Misalnya, erotisme sastra untuk apa? Dan jika pertanyaan ini disederhanakan lagi, mungkin terkesan tolol: untuk apa erotisme? Dan, ada pertanyaan yang lebih tolol lagi: untuk apa meributkan erotisme?
suarakarya-online.com
Pertanyaan bernada gugatan seperti judul tulisan ini, mungkin bisa digeneralisasikan. Misalnya, erotisme sastra untuk apa? Dan jika pertanyaan ini disederhanakan lagi, mungkin terkesan tolol: untuk apa erotisme? Dan, ada pertanyaan yang lebih tolol lagi: untuk apa meributkan erotisme?
Sabtu, 24 Juli 2021
Telanjur Seniman!
Bandung Mawardi
suarakarya-online.com
“Baiklah, saya tidak akan mengatakan bahwa ia telanjur jadi seniman karena ia akan sedia berkelahi dengan siapa saja yang mengatakan soal telanjur itu,” kata seorang tokoh dalam cerita Nasihat untuk Para Seniman garapan Misbach Yusa Biran.
suarakarya-online.com
“Baiklah, saya tidak akan mengatakan bahwa ia telanjur jadi seniman karena ia akan sedia berkelahi dengan siapa saja yang mengatakan soal telanjur itu,” kata seorang tokoh dalam cerita Nasihat untuk Para Seniman garapan Misbach Yusa Biran.
Menyikapi Ancaman Kepunahan Seni Budaya Papua
Dwi Rejeki
suarakarya-online.com
Beragam karya seni budaya asli masyarakat Papua belakangan ini mulai terancam punah. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan pada suatu saat nanti seni budaya masyarakat Papua itu hilang begitu saja karena tidak adanya regenerasi.
suarakarya-online.com
Beragam karya seni budaya asli masyarakat Papua belakangan ini mulai terancam punah. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan pada suatu saat nanti seni budaya masyarakat Papua itu hilang begitu saja karena tidak adanya regenerasi.
Bunga Rampai Kemerdekaan
Aguslia Hidayah
korantempo.com
Pameran ini melibatkan 30 perupa dari berbagai kecenderungan dan medium.
Soekarno bisa tampil banyak versi. Sambil duduk, pidato, dalam gelas anggur, di tengah roda ban mobil, bahkan pada kepompong yang bergelantungan. Kadang ditemani Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir atau satu bingkai dengan Tan Malaka. Ia bisa juga berapi-api sendirian meneriakkan arti kemerdekaan.
korantempo.com
Pameran ini melibatkan 30 perupa dari berbagai kecenderungan dan medium.
Soekarno bisa tampil banyak versi. Sambil duduk, pidato, dalam gelas anggur, di tengah roda ban mobil, bahkan pada kepompong yang bergelantungan. Kadang ditemani Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir atau satu bingkai dengan Tan Malaka. Ia bisa juga berapi-api sendirian meneriakkan arti kemerdekaan.
Patriotisme
Riadi Ngasiran *
jawapos.com
PATRIOTISME hadir ketika identitas dan eksistensi sebuah bangsa mengalami ancaman. Ia tumbuh seiring magma nasionalisme yang membara. Patriotisme pecah ketika gelora revolusi diembuskan. Maka, dibutuhkan ingatan kolektif sekiranya nilai dan semangat nasionalisme itu mulai redup. Lalu, benarkah sebuah karya seni membantu memberikan daya dorong bagi ingatan kolektif sebuah bangsa?
jawapos.com
PATRIOTISME hadir ketika identitas dan eksistensi sebuah bangsa mengalami ancaman. Ia tumbuh seiring magma nasionalisme yang membara. Patriotisme pecah ketika gelora revolusi diembuskan. Maka, dibutuhkan ingatan kolektif sekiranya nilai dan semangat nasionalisme itu mulai redup. Lalu, benarkah sebuah karya seni membantu memberikan daya dorong bagi ingatan kolektif sebuah bangsa?
Kocap Kacarita Laksmi…
Wayan Sunarta *
jawapos.co.id
Laksmi Shitaresmi adalah perempuan Jawa tulen. Baik dari pemikirannya, tata bicara, maupun perilaku kesehariannya. Dia lahir, tumbuh, dan besar di lingkungan kebudayaan Jawa yang kental di Jogjakarta. Sebagaimana perempuan Jawa, pikiran dan perasaannya sangat cermat, tidak tergesa-gesa, dan cepat peka terhadap lingkungan sekitarnya. Kehidupan dijalaninya dengan penuh rasa syukur.
jawapos.co.id
Laksmi Shitaresmi adalah perempuan Jawa tulen. Baik dari pemikirannya, tata bicara, maupun perilaku kesehariannya. Dia lahir, tumbuh, dan besar di lingkungan kebudayaan Jawa yang kental di Jogjakarta. Sebagaimana perempuan Jawa, pikiran dan perasaannya sangat cermat, tidak tergesa-gesa, dan cepat peka terhadap lingkungan sekitarnya. Kehidupan dijalaninya dengan penuh rasa syukur.
Jumat, 18 Juni 2021
Konflik Etnis atau Konflik Politik?
Ignas Kleden *
majalah.tempointeraktif.com
SEBAGAI konsep ilmu sosial, etnisitas baru berusia 30 tahun, setelah Fredrik Barth menerbitkan bukunya, Ethnic Groups and Boundaries, 1969. Kata ethnic dalam bahasa Inggris diturunkan dari kata Yunani, ethnos, yang dalam masa Yunani Antik digunakan untuk menunjuk kelompok-kelompok bukan-Yunani, yang dianggap berada di pinggiran, asing, dan sedikit barbar.
majalah.tempointeraktif.com
SEBAGAI konsep ilmu sosial, etnisitas baru berusia 30 tahun, setelah Fredrik Barth menerbitkan bukunya, Ethnic Groups and Boundaries, 1969. Kata ethnic dalam bahasa Inggris diturunkan dari kata Yunani, ethnos, yang dalam masa Yunani Antik digunakan untuk menunjuk kelompok-kelompok bukan-Yunani, yang dianggap berada di pinggiran, asing, dan sedikit barbar.
Minggu, 09 Mei 2021
Pengaruh Persia pada Sastra dan Seni Islam Nusantara
K. Ng. H. Agus Sunyoto
Penyebaran Islam di Kalangan Pedagang dan Alawiyin
Pemeluk Islam sudah masuk ke Indonesia sejak pertengahan abad ke-7 Masehi, sejaman dengan era kekuasaan Khalifah Utsman bin Affan. Yang paling awal membawa seruan Islam ke Nusantara adalah para saudagar Arab, Persia dan India yang sudah membangun jalur perhubungan dagang dengan Nusantara jauh sebelum Islam (Wheatley, 1961). Sebuah cerita kehadiran saudagar Persia (tazhi) pada masa kekuasaan Ratu Simha di Kerajaan Kalingga, diberitakan sumber-sumber Cina Dinasti Tang (Groeneveldt, 1960).
Penyebaran Islam di Kalangan Pedagang dan Alawiyin
Pemeluk Islam sudah masuk ke Indonesia sejak pertengahan abad ke-7 Masehi, sejaman dengan era kekuasaan Khalifah Utsman bin Affan. Yang paling awal membawa seruan Islam ke Nusantara adalah para saudagar Arab, Persia dan India yang sudah membangun jalur perhubungan dagang dengan Nusantara jauh sebelum Islam (Wheatley, 1961). Sebuah cerita kehadiran saudagar Persia (tazhi) pada masa kekuasaan Ratu Simha di Kerajaan Kalingga, diberitakan sumber-sumber Cina Dinasti Tang (Groeneveldt, 1960).
Rabu, 21 April 2021
Melecehkan Bahasa Indonesia melalui Kegiatan Literasi
Holy Adib *
Haluan, 26 Feb 2017Salah satu cara melecehkan bahasa Indonesia melalui kegiatan literasi adalah menyelenggarakan acara literasi, seperti diskusi dan pameran buku, dengan menamai acara tersebut menggunakan bahasa Inggris.
Salah satu acara seperti itu sedang berlangsung di Sumatra Barat (Sumbar), yakni Minang Book Fair (MBF) 2017. MBF adalah pameran buku yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, Yayasan Gemar Membaca Indonesia (Yagemi), dan Perpustakaan Nasional RI (PNRI) di Masjid Raya Sumbar
Selasa, 16 Maret 2021
Jumat, 19 Februari 2021
Sastra Pasar(an)
Agus Hernawan *
Seputar Indonesia, 5 Agu 2007
SASTRA dan pasar. Hubungan keduanya, barangkali, menyerupai perselingkuhan. Ia sesuatu yang mengasyikkan, tetapi juga mencemaskan. Ada hal yang dianggap normatif, semacam pakem tentang sesuatu yang tak bisa dijual.
Sementara, pasar jelas adalah persoalan bagaimana sebuah produk harus memiliki kemolekan dan kekuatan bujuk rayu. Selain itu, pasar menuntut daya saing dalam capaian-capaian inovasi yang tak mengenal ujung. Nah,di sinilah masalahnya. Dunia sastra kita tak punya perbendaharaan pada persaingan yang wajar dan rasional.
Seputar Indonesia, 5 Agu 2007
SASTRA dan pasar. Hubungan keduanya, barangkali, menyerupai perselingkuhan. Ia sesuatu yang mengasyikkan, tetapi juga mencemaskan. Ada hal yang dianggap normatif, semacam pakem tentang sesuatu yang tak bisa dijual.
Sementara, pasar jelas adalah persoalan bagaimana sebuah produk harus memiliki kemolekan dan kekuatan bujuk rayu. Selain itu, pasar menuntut daya saing dalam capaian-capaian inovasi yang tak mengenal ujung. Nah,di sinilah masalahnya. Dunia sastra kita tak punya perbendaharaan pada persaingan yang wajar dan rasional.
Eksploitasi Sunyi Toto Nugroho
Afnan Malay *
JawaPos.com
Toto Nugroho, perupa alumnus ISI Jogjakarta kelahiran Wonogiri, 1980, mengusung 14 karya lukisan akrilik bergenre komik -begitu didedahkan dalam catatan kuratorial Wahyudin- yang dipamerkan di Emmitan Contemporary Art Gallery, Surabaya, 25 Juli-3 Agustus 2010.
Karya-karya komikal Toto setia menggunakan bentuk apropriasi yang menggambarkan sebuah proses dalam penciptaan karya seni rupa dengan cara: meminjam, mengutip, serta merepetisi elemen-elemen visual dari perupa terdahulu.
Toto Nugroho, perupa alumnus ISI Jogjakarta kelahiran Wonogiri, 1980, mengusung 14 karya lukisan akrilik bergenre komik -begitu didedahkan dalam catatan kuratorial Wahyudin- yang dipamerkan di Emmitan Contemporary Art Gallery, Surabaya, 25 Juli-3 Agustus 2010.
Karya-karya komikal Toto setia menggunakan bentuk apropriasi yang menggambarkan sebuah proses dalam penciptaan karya seni rupa dengan cara: meminjam, mengutip, serta merepetisi elemen-elemen visual dari perupa terdahulu.
MENGEKSPLOITASI SUMBER CERITA KOMIK
Maman S. Mahayana *
Sastra adalah karya seni yang memanfaatkan bahasa sebagai mediumnya. Peristiwa dalam sastra disajikan dalam bentuk deskripsi narasi. Bahasa dalam karya sastra dimaksudkan untuk menggambarkan rangkaian peristiwa yang keseluruhannya membangun cerita.
Sastra adalah karya seni yang memanfaatkan bahasa sebagai mediumnya. Peristiwa dalam sastra disajikan dalam bentuk deskripsi narasi. Bahasa dalam karya sastra dimaksudkan untuk menggambarkan rangkaian peristiwa yang keseluruhannya membangun cerita.
Komik Tak Pernah Mati
Donny Anggoro
sinarharapan.co.id
Komik Indonesia boleh saja mengalami masa surut sejak 1980-an. Komik Indonesia boleh saja kalah pamor dengan serbuan komik asing, terutama komik manga dan produk-produk anime dari Jepang. Komik Indonesia juga boleh saja sulit diproduksi sehingga banyak penerbit lebih suka menerbitkan komik impor. Di tengah-tengah gempuran demikian, komik Indonesia diam-diam terus menggeliat, terutama gerakan komik underground.
sinarharapan.co.id
Komik Indonesia boleh saja mengalami masa surut sejak 1980-an. Komik Indonesia boleh saja kalah pamor dengan serbuan komik asing, terutama komik manga dan produk-produk anime dari Jepang. Komik Indonesia juga boleh saja sulit diproduksi sehingga banyak penerbit lebih suka menerbitkan komik impor. Di tengah-tengah gempuran demikian, komik Indonesia diam-diam terus menggeliat, terutama gerakan komik underground.
Komik Bikin Sains Jadi Menyenangkan
R Ridwan Hasan Saputra *
ruangbaca.com
Saat ini pelajaran matematika dan sains masih merupakan pelajaran yang menakutkan bagi banyak siswa, karena biasanya kedua pelajaran ini disajikan dalam bentuk tulisan yang memerlukan ketajaman nalar karena banyak hal yang bersifat abstrak. Sehingga hanya anak-anak yang berkategori cerdas yang bisa memahaminya, sedangkan anak-anak berkategori biasa saja, yang cenderung lebih menyukai hal-hal yang bersifat kongkret, akan lambat memahami kedua pelajaran ini. Akibatnya,
ruangbaca.com
Saat ini pelajaran matematika dan sains masih merupakan pelajaran yang menakutkan bagi banyak siswa, karena biasanya kedua pelajaran ini disajikan dalam bentuk tulisan yang memerlukan ketajaman nalar karena banyak hal yang bersifat abstrak. Sehingga hanya anak-anak yang berkategori cerdas yang bisa memahaminya, sedangkan anak-anak berkategori biasa saja, yang cenderung lebih menyukai hal-hal yang bersifat kongkret, akan lambat memahami kedua pelajaran ini. Akibatnya,
Mengapa Komik Jepang Bisa Mendunia?
Faidil Akbar
suarakarya-online.com
Mengapa komik Jepang alias manga (baca: mang’nga) menyedot penggemar sampai ke seluruh dunia, hingga Eropa yang memiliki legenda komik: Tintin sang wartawan dan prajurit Galia Asterix? Bahkan gaya dan budaya manga ditiru remaja-remaja mereka.
Di negeri asalnya sendiri, manga dikonsumsi oleh anak-anak sampai orang tua. Terdapat banyak ragam (genre) komik yang beredar, untuk anak-anak (kodomo), remaja putra (shounen), remaja putri (shoujo), dewasa pria (seinen), dewasa wanita (josei), bahkan ada genre yang diterbitkan untuk memenuhi fantasi seksual (yaoi/yuri/hentai).
suarakarya-online.com
Mengapa komik Jepang alias manga (baca: mang’nga) menyedot penggemar sampai ke seluruh dunia, hingga Eropa yang memiliki legenda komik: Tintin sang wartawan dan prajurit Galia Asterix? Bahkan gaya dan budaya manga ditiru remaja-remaja mereka.
Di negeri asalnya sendiri, manga dikonsumsi oleh anak-anak sampai orang tua. Terdapat banyak ragam (genre) komik yang beredar, untuk anak-anak (kodomo), remaja putra (shounen), remaja putri (shoujo), dewasa pria (seinen), dewasa wanita (josei), bahkan ada genre yang diterbitkan untuk memenuhi fantasi seksual (yaoi/yuri/hentai).
Estetika Para Perupa Komik
Afnan Malay *
jawapos.com
Pada 22-30 Maret lalu, bertempat di Galeri Nasional, Jakarta, Andi’s Gallery menjadi tuan rumah pameran bertajuk The Comical Brothers. Sebanyak 22 perupa -seharusnya 25, tetapi Samuel Indratma, Ahmad Thoriq, dan Decky Leos berhalangan- dikuratori Bambang “Toko” Witjaksono dan Grace Samboh memajang aneka rupa karya komikal. Antusiasme pengunjung, umumnya anak-anak muda, tampak saat pembukaan pameran itu.
jawapos.com
Pada 22-30 Maret lalu, bertempat di Galeri Nasional, Jakarta, Andi’s Gallery menjadi tuan rumah pameran bertajuk The Comical Brothers. Sebanyak 22 perupa -seharusnya 25, tetapi Samuel Indratma, Ahmad Thoriq, dan Decky Leos berhalangan- dikuratori Bambang “Toko” Witjaksono dan Grace Samboh memajang aneka rupa karya komikal. Antusiasme pengunjung, umumnya anak-anak muda, tampak saat pembukaan pameran itu.
Sejarah Komik Indonesia: Kepala Tanpa Leher
Donny Anggoro
sinarharapan.co.id
“Tidak seharusnya buku komik seperti itu!?”
Scott McCloud dalam Understanding Comics: The Invisible Art, HarperCollins Publishers, New York, 1993.
Lontaran Scott McCloud di awal tulisan ini berpijak pada kondisi sosiologis yang keliru di masyarakat sehingga eksistensi komik melulu dianggap sebagai bacaan anak mutu rendahan, sekali baca lalu dibuang. Tapi, lontaran di atas bolehlah dikatakan sebagai indikasi masih kerdilnya pemahaman masyarakat terhadap komik. Tapi bagaimana dengan komikus lokal kita atau kreatornya sendiri?
sinarharapan.co.id
“Tidak seharusnya buku komik seperti itu!?”
Scott McCloud dalam Understanding Comics: The Invisible Art, HarperCollins Publishers, New York, 1993.
Lontaran Scott McCloud di awal tulisan ini berpijak pada kondisi sosiologis yang keliru di masyarakat sehingga eksistensi komik melulu dianggap sebagai bacaan anak mutu rendahan, sekali baca lalu dibuang. Tapi, lontaran di atas bolehlah dikatakan sebagai indikasi masih kerdilnya pemahaman masyarakat terhadap komik. Tapi bagaimana dengan komikus lokal kita atau kreatornya sendiri?
Azisa Noor, Kiat Membumikan Komik
Musdalifah Fachri
jurnalnasional.com
DI tengah serbuan komik asing Azisa Noor (23) membawa ide segar, unik, namun sarat dengan nuansa lokal. Alur cerita diuraikan lewat karakter tokoh, tempat, bangunan, budaya serta kehidupan sosial ciri khas kota kelahirannya, Bandung.
Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Arsitektur ini menilai, pengaruh komik Jepang (Manga) tidak boleh merongrong seluruh isi komik. Orisinalitas cerita yang mengapresiasi konten lokal negeri ini, diakui Zisa–panggilan akrabnya, akan lebih menjual dan memikat pembacanya yang mayoritas remaja.
jurnalnasional.com
DI tengah serbuan komik asing Azisa Noor (23) membawa ide segar, unik, namun sarat dengan nuansa lokal. Alur cerita diuraikan lewat karakter tokoh, tempat, bangunan, budaya serta kehidupan sosial ciri khas kota kelahirannya, Bandung.
Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Arsitektur ini menilai, pengaruh komik Jepang (Manga) tidak boleh merongrong seluruh isi komik. Orisinalitas cerita yang mengapresiasi konten lokal negeri ini, diakui Zisa–panggilan akrabnya, akan lebih menjual dan memikat pembacanya yang mayoritas remaja.
Langganan:
Postingan (Atom)
20 Tahun Kebangkitan Sastra-Teater Lamongan
A. Anzieb
A. Khoirul Anam
A. Kirno Tanda
A.C. Andre Tanama
A.D. Pirous
A.S. Laksana
Abdillah M Marzuqi
Abdul Ajis
Abdul Kirno Tanda
Abdurrahman Wahid
Abu Nisrina
Adhi Pandoyo
Adib Muttaqin Asfar
Adreas Anggit W.
Afnan Malay
Agama Para Bajingan
Agung Kurniawan
Agung WHS
Agus B. Harianto
Agus Dermawan T
Agus Hernawan
Agus Mulyadi
Agus R. Subagyo
Agus Sigit
Agus Sulton
Agus Sunyoto
Aguslia Hidayah
AH J Khuzaini
Akhmad Sekhu
Akhmad Taufiq
Alim Bakhtiar
Alur Alun Tanjidor
Amang Rahman Jubair
Amien Kamil
Amri Yahya
Anang Zakaria
Andhi Setyo Wibowo
Andong Buku
Andong Buku #3
Andong Buku 3
Andry Deblenk
Anindita S Thayf
Antologi Puisi Kalijaring
Antologi Sastra Lamongan
Anton Adrian
Anton Kurnia
Anwar Holid
Ardhabilly
Arie MP Tamba
Arie Yani
Arief Junianto
Arif 'Minke' Setiawan
Arti Bumi Intaran
Ary B Prass
Aryo Wisanggeni G
AS Sumbawi
Awalludin GD Mualif
Ayu Nuzul
Ayu Sulistyowati
Bambang Bujono
Bambang Soebendo
Bambang Thelo
Bandung Mawardi
Baridul Islam Pr
Basoeki Abdullah
Basuki Ratna K
BE Satrio
Beni Setia
Bentara Budaya Yogyakarta
Berita
Brunel University London
Buku Kritik Sastra
Bustan Basir Maras
Candrakirana KOSTELA
Catatan
Cover Buku
Dahlan Kong
Daniel Paranamesa
Dari Lisan ke Lisan
Darju Prasetya
Debat Panjang Polemik Sains di Facebook
Dedy Sufriadi
Dedykalee
Denny JA
Desy Susilawati
Di Balik Semak Pitutur Jawa
Dian Sukarno
Dian Yuliastuti
Dien Makmur
Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan
Dipo Handoko
Disbudpar
Djoko Saryono
Djuli Djatiprambudi
Doddi Ahmad Fauji
Donny Anggoro
Donny Darmawan
Dwi Cipta
Dwi Fitria
Dwi Kartika Rahayu
Dwi Pranoto
Dwi Rejeki
Dwin Gideon
Edo Adityo
Eidi Krina Jason Sembiring
Eka Budianta
Esai
Evan Ys
F. Budi Hardiman
Faidil Akbar
Faizalbnu
Fatah Yasin Noor
Festival Teater Religi
Forum Lingkar Pena Lamongan
Forum Penulis dan Penggiat Literasi Lamongan (FP2L)
Forum Santri Nasional
Franz Kafka
Galeri Sonobudoyo
Gatot Widodo
Goenawan Mohamad
Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin
Hans Pols
Hardjito
Haris Saputra
Harjiman
Harryadjie BS
Hendra Sofyan
Hendri Yetus Siswono
Hendro Wiyanto
Heri Kris
Herman Syahara
Heru Emka
Heru Kuntoyo
htanzil
I Wayan Seriyoga Parta
Ibnu Rusydi
Ibnu Wahyudi
Ida Farida
Idris Pasaribu
Ignas Kleden
Imam Nawawi
Imamuddin SA
Iman Budhi Santosa
Indigo Art Space
Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta
Intan Ungaling Dian
Isbedy Stiawan Z.S.
Iskandar Noe
Jajang R Kawentar
Jawapos
Jejak Laskar Hisbullah Jombang
Jiero Cafe
Jihan Fauziah
Jo Batara Surya
Jonathan Ziberg
Jual Buku
Jual Buku Paket Hemat
Jual Buku Paket Hemat 23
Jumartono
K.H. Ma'ruf Amin
Kabar
Kadjie MM
Kalis Mardiasih
Karikatur Hitam-Putih
Karikatur Pensil Warna
Kartika Foundation
Kemah Budaya Pantura (KBP)
Kembulan
KetemuBuku Jombang
Kitab Puisi Suluk Berahi karya Gampang Prawoto
Koktail
Komik
Komunitas Deo Gratias
Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias
Komunitas Perupa Lamongan
Komunitas Perupa Lamongan (KOSPELA)
Komunitas Sastra dan Teater Lamongan (Kostela)
Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER)
Koskow
Koskow (FX. Widyatmoko)
KOSTELA
Kris Monika E
Kyai Sahal Mahfudz
L. Ridwan Muljosudarmo
Laksmi Shitaresmi
Leo Tolstoy
Literasa Donuts
Lords of the Bow
Luhung Sapto
Lukas Luwarso
Lukisan
M Anta Kusuma
M. Ilham S
M. Yoesoef
Mahmud Jauhari Ali
Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo
Maman S. Mahayana
Mardi Luhung
Marhalim Zaini
Maria Magdalena Bhoenomo
Mas Dibyo
Mashuri
Massayu
Masuki M Astro
Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia
Memoar Purnama di Kampung Halaman
Moch. Faisol
Moh. Jauhar al-Hakimi
Moses Misdy
Muhajir
Muhammad Antakusuma
Muhammad Muhibbuddin
Muhammad Yasir
Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur
Musdalifah Fachri
Ndix Endik
Nelson Alwi
Nietzsche
Noor H. Dee
Novel Pekik
Nung Bonham
Nurel Javissyarqi
Nurul Hadi Koclok
Nuryana Asmaudi SA
Obrolan
Octavio Paz
Oil on Canvas
Orasi Budaya Akhir Tahun 2018
Pagelaran Musim Tandur
Pameran Lukisan
Pasar Seni Indonesia
Pasar Seni Lukis Indonesia
PC. Lesbumi NU Babat
Pekan Literasi Lamongan
Pelukis
Pelukis Dahlan Kong
Pelukis Harjiman
Pelukis Saron
Pelukis Sugeng Ariyadi
Pelukis Tarmuzie
Pendhapa Art Space
Penerbit PUstaka puJAngga
Penerbit SastraSewu
Pesta Malang Sejuta Buku 2014
Proses kreatif
Puisi
Puisi Menolak Korupsi
PuJa
Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin
Pustaka Ilalang
Pustaka Ilalang Group
PUstaka puJAngga
R Ridwan Hasan Saputra
Rabdul Rohim
Rahasia Literasi
Rakai Lukman
Rambuana
Raudlotul Immaroh
Redland Movie
Remy Sylado
Rengga AP
Resensi
Riadi Ngasiran
Ribut Wijoto
Riki Antoni
Robin Al Kautsar
Rodli TL
Rudi Isbandi
Rumah Budaya Pantura (RBP)
Rumoh Projects
S. Yadi K
Sabrank Suparno
Saham Sugiono
Sanggar Lukis Alam
Sanggar Pasir
Sanggar Pasir Art and Culture
Sapto Hoedojo
Sastra
Saut Situmorang
Sejarah
Sekolah Literasi Gratis (SLG)
SelaSastra Boenga Ketjil
SelaSastra ke #24
Senarai Pemikiran Sutejo
Seni Rupa
Septi Sutrisna
Seraphina
Sergi Sutanto
Shadiqin Sudirman
Shinta Maharani
Shiny.ane el’poesya
Sholihul Huda
Sigit Susanto
Sihar Ramses Simatupang
Siwi Dwi Saputro
Sjifa Amori
Sketsa
Soesilo Toer
Sofyan RH. Zaid
Sony Prasetyotomo
Sosiawan Leak
Srihadi Soedarsono
Stefanus P. Elu
Suci Ayu Latifah
Sugeng Ariyadi
Suharwedy
Sunu Wasono
Susiyo Guntur
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Sutrisno SZ
Syifa Amori
Tammalele
Tamrin Bey
TanahmeraH ArtSpace
TANETE
Tarmuzie
Taufiq Wr. Hidayat
Teguh Setiawan Pinang
Temu Penyair Timur Jawa
Tengsoe Tjahjono
Toko Buku PUstaka puJAngga Lamongan
Toto Nugroho
Tri Andhi S
Tri Moeljo
Triyono
Tu-ngang Iskandar
Tulus Rahadi
Tulus S
Universitas Indonesia
Universitas Jember
Vincent van Gogh
Vini Mariyane Rosya
W.S. Rendra
Wachid Duhri Syamroni
Wahyudin
Warung Boenga Ketjil
Wasito
Wawancara
Wayan Sunarta
William Bradley Horton
Yona Primadesi
Yosep Arizal L
Yunisa
Zawawi Se
Zulfian Hariyadi
