Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Agustus 2021

Erotisme Seni untuk Apa?

Maria Magdalena Bhoenomo *
suarakarya-online.com
 
Pertanyaan bernada gugatan seperti judul tulisan ini, mungkin bisa digeneralisasikan. Misalnya, erotisme sastra untuk apa? Dan jika pertanyaan ini disederhanakan lagi, mungkin terkesan tolol: untuk apa erotisme? Dan, ada pertanyaan yang lebih tolol lagi: untuk apa meributkan erotisme?

Sabtu, 24 Juli 2021

Telanjur Seniman!

Bandung Mawardi
suarakarya-online.com
 
“Baiklah, saya tidak akan mengatakan bahwa ia telanjur jadi seniman karena ia akan sedia berkelahi dengan siapa saja yang mengatakan soal telanjur itu,” kata seorang tokoh dalam cerita Nasihat untuk Para Seniman garapan Misbach Yusa Biran.

Menyikapi Ancaman Kepunahan Seni Budaya Papua

Dwi Rejeki
suarakarya-online.com
 
Beragam karya seni budaya asli masyarakat Papua belakangan ini mulai terancam punah. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan pada suatu saat nanti seni budaya masyarakat Papua itu hilang begitu saja karena tidak adanya regenerasi.

Bunga Rampai Kemerdekaan

Aguslia Hidayah
korantempo.com
 
Pameran ini melibatkan 30 perupa dari berbagai kecenderungan dan medium.
Soekarno bisa tampil banyak versi. Sambil duduk, pidato, dalam gelas anggur, di tengah roda ban mobil, bahkan pada kepompong yang bergelantungan. Kadang ditemani Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir atau satu bingkai dengan Tan Malaka. Ia bisa juga berapi-api sendirian meneriakkan arti kemerdekaan.

Patriotisme

Riadi Ngasiran *
jawapos.com
 
PATRIOTISME hadir ketika identitas dan eksistensi sebuah bangsa mengalami ancaman. Ia tumbuh seiring magma nasionalisme yang membara. Patriotisme pecah ketika gelora revolusi diembuskan. Maka, dibutuhkan ingatan kolektif sekiranya nilai dan semangat nasionalisme itu mulai redup. Lalu, benarkah sebuah karya seni membantu memberikan daya dorong bagi ingatan kolektif sebuah bangsa?

Kocap Kacarita Laksmi…

Wayan Sunarta *
jawapos.co.id
 
Laksmi Shitaresmi adalah perempuan Jawa tulen. Baik dari pemikirannya, tata bicara, maupun perilaku kesehariannya. Dia lahir, tumbuh, dan besar di lingkungan kebudayaan Jawa yang kental di Jogjakarta. Sebagaimana perempuan Jawa, pikiran dan perasaannya sangat cermat, tidak tergesa-gesa, dan cepat peka terhadap lingkungan sekitarnya. Kehidupan dijalaninya dengan penuh rasa syukur.

Jumat, 18 Juni 2021

Konflik Etnis atau Konflik Politik?

Ignas Kleden *
majalah.tempointeraktif.com
 
SEBAGAI konsep ilmu sosial, etnisitas baru berusia 30 tahun, setelah Fredrik Barth menerbitkan bukunya, Ethnic Groups and Boundaries, 1969. Kata ethnic dalam bahasa Inggris diturunkan dari kata Yunani, ethnos, yang dalam masa Yunani Antik digunakan untuk menunjuk kelompok-kelompok bukan-Yunani, yang dianggap berada di pinggiran, asing, dan sedikit barbar.

Minggu, 09 Mei 2021

Pengaruh Persia pada Sastra dan Seni Islam Nusantara

K. Ng. H. Agus Sunyoto
 
Penyebaran Islam di Kalangan Pedagang dan Alawiyin
 
Pemeluk Islam sudah masuk ke Indonesia sejak pertengahan abad ke-7 Masehi, sejaman dengan era kekuasaan Khalifah Utsman bin Affan. Yang paling awal membawa seruan Islam ke Nusantara adalah para saudagar Arab, Persia dan India yang sudah membangun jalur perhubungan dagang dengan Nusantara jauh sebelum Islam (Wheatley, 1961). Sebuah cerita kehadiran saudagar Persia (tazhi) pada masa kekuasaan Ratu Simha di Kerajaan Kalingga, diberitakan sumber-sumber Cina Dinasti Tang (Groeneveldt, 1960).

Rabu, 21 April 2021

Melecehkan Bahasa Indonesia melalui Kegiatan Literasi

Holy Adib *

Haluan, 26 Feb 2017
 
Salah satu cara melecehkan bahasa Indonesia melalui kegiatan literasi adalah menyelenggarakan acara literasi, seperti diskusi dan pameran buku, dengan menamai acara tersebut menggunakan bahasa Inggris.
 
Salah satu acara seperti itu sedang berlangsung di Sumatra Barat (Sumbar), yakni Minang Book Fair (MBF) 2017. MBF adalah pameran buku yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, Yayasan Gemar Membaca Indonesia (Yagemi), dan Perpustakaan Nasional RI (PNRI) di Masjid Raya Sumbar

Jumat, 19 Februari 2021

Sastra Pasar(an)

Agus Hernawan *
Seputar Indonesia, 5 Agu 2007
 
SASTRA dan pasar. Hubungan keduanya, barangkali, menyerupai perselingkuhan. Ia sesuatu yang mengasyikkan, tetapi juga mencemaskan. Ada hal yang dianggap normatif, semacam pakem tentang sesuatu yang tak bisa dijual.
 
Sementara, pasar jelas adalah persoalan bagaimana sebuah produk harus memiliki kemolekan dan kekuatan bujuk rayu. Selain itu, pasar menuntut daya saing dalam capaian-capaian inovasi yang tak mengenal ujung. Nah,di sinilah masalahnya. Dunia sastra kita tak punya perbendaharaan pada persaingan yang wajar dan rasional.

Eksploitasi Sunyi Toto Nugroho

Afnan Malay *
JawaPos.com
 
Toto Nugroho, perupa alumnus ISI Jogjakarta kelahiran Wonogiri, 1980, mengusung 14 karya lukisan akrilik bergenre komik -begitu didedahkan dalam catatan kuratorial Wahyudin- yang dipamerkan di Emmitan Contemporary Art Gallery, Surabaya, 25 Juli-3 Agustus 2010.
 
Karya-karya komikal Toto setia menggunakan bentuk apropriasi yang menggambarkan sebuah proses dalam penciptaan karya seni rupa dengan cara: meminjam, mengutip, serta merepetisi elemen-elemen visual dari perupa terdahulu.

MENGEKSPLOITASI SUMBER CERITA KOMIK

Maman S. Mahayana *
 
Sastra adalah karya seni yang memanfaatkan bahasa sebagai mediumnya. Peristiwa dalam sastra disajikan dalam bentuk deskripsi narasi. Bahasa dalam karya sastra dimaksudkan untuk menggambarkan rangkaian peristiwa yang keseluruhannya membangun cerita.

Komik Tak Pernah Mati

Donny Anggoro
sinarharapan.co.id
 
Komik Indonesia boleh saja mengalami masa surut sejak 1980-an. Komik Indonesia boleh saja kalah pamor dengan serbuan komik asing, terutama komik manga dan produk-produk anime dari Jepang. Komik Indonesia juga boleh saja sulit diproduksi sehingga banyak penerbit lebih suka menerbitkan komik impor. Di tengah-tengah gempuran demikian, komik Indonesia diam-diam terus menggeliat, terutama gerakan komik underground.

Komik Bikin Sains Jadi Menyenangkan

R Ridwan Hasan Saputra *
ruangbaca.com
 
Saat ini pelajaran matematika dan sains masih merupakan pelajaran yang menakutkan bagi banyak siswa, karena biasanya kedua pelajaran ini disajikan dalam bentuk tulisan yang memerlukan ketajaman nalar karena banyak hal yang bersifat abstrak. Sehingga hanya anak-anak yang berkategori cerdas yang bisa memahaminya, sedangkan anak-anak berkategori biasa saja, yang cenderung lebih menyukai hal-hal yang bersifat kongkret, akan lambat memahami kedua pelajaran ini. Akibatnya,

Mengapa Komik Jepang Bisa Mendunia?

Faidil Akbar
suarakarya-online.com
 
Mengapa komik Jepang alias manga (baca: mang’nga) menyedot penggemar sampai ke seluruh dunia, hingga Eropa yang memiliki legenda komik: Tintin sang wartawan dan prajurit Galia Asterix? Bahkan gaya dan budaya manga ditiru remaja-remaja mereka.
 
Di negeri asalnya sendiri, manga dikonsumsi oleh anak-anak sampai orang tua. Terdapat banyak ragam (genre) komik yang beredar, untuk anak-anak (kodomo), remaja putra (shounen), remaja putri (shoujo), dewasa pria (seinen), dewasa wanita (josei), bahkan ada genre yang diterbitkan untuk memenuhi fantasi seksual (yaoi/yuri/hentai).

Estetika Para Perupa Komik

Afnan Malay *
jawapos.com
 
Pada 22-30 Maret lalu, bertempat di Galeri Nasional, Jakarta, Andi’s Gallery menjadi tuan rumah pameran bertajuk The Comical Brothers. Sebanyak 22 perupa -seharusnya 25, tetapi Samuel Indratma, Ahmad Thoriq, dan Decky Leos berhalangan- dikuratori Bambang “Toko” Witjaksono dan Grace Samboh memajang aneka rupa karya komikal. Antusiasme pengunjung, umumnya anak-anak muda, tampak saat pembukaan pameran itu.

Sejarah Komik Indonesia: Kepala Tanpa Leher

Donny Anggoro
sinarharapan.co.id
 
“Tidak seharusnya buku komik seperti itu!?”
Scott McCloud dalam Understanding Comics: The Invisible Art, HarperCollins Publishers, New York, 1993.
 
Lontaran Scott McCloud di awal tulisan ini berpijak pada kondisi sosiologis yang keliru di masyarakat sehingga eksistensi komik melulu dianggap sebagai bacaan anak mutu rendahan, sekali baca lalu dibuang. Tapi, lontaran di atas bolehlah dikatakan sebagai indikasi masih kerdilnya pemahaman masyarakat terhadap komik. Tapi bagaimana dengan komikus lokal kita atau kreatornya sendiri?

Azisa Noor, Kiat Membumikan Komik

Musdalifah Fachri
jurnalnasional.com
 
DI tengah serbuan komik asing Azisa Noor (23) membawa ide segar, unik, namun sarat dengan nuansa lokal. Alur cerita diuraikan lewat karakter tokoh, tempat, bangunan, budaya serta kehidupan sosial ciri khas kota kelahirannya, Bandung.
 
Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Arsitektur ini menilai, pengaruh komik Jepang (Manga) tidak boleh merongrong seluruh isi komik. Orisinalitas cerita yang mengapresiasi konten lokal negeri ini, diakui Zisa–panggilan akrabnya, akan lebih menjual dan memikat pembacanya yang mayoritas remaja.
20 Tahun Kebangkitan Sastra-Teater Lamongan A. Anzieb A. Khoirul Anam A. Kirno Tanda A.C. Andre Tanama A.D. Pirous A.S. Laksana Abdillah M Marzuqi Abdul Ajis Abdul Kirno Tanda Abdurrahman Wahid Abu Nisrina Adhi Pandoyo Adib Muttaqin Asfar Adreas Anggit W. Afnan Malay Agama Para Bajingan Agung Kurniawan Agung WHS Agus B. Harianto Agus Dermawan T Agus Hernawan Agus Mulyadi Agus R. Subagyo Agus Sigit Agus Sulton Agus Sunyoto Aguslia Hidayah AH J Khuzaini Akhmad Sekhu Akhmad Taufiq Alim Bakhtiar Alur Alun Tanjidor Amang Rahman Jubair Amien Kamil Amri Yahya Anang Zakaria Andhi Setyo Wibowo Andong Buku Andong Buku #3 Andong Buku 3 Andry Deblenk Anindita S Thayf Antologi Puisi Kalijaring Antologi Sastra Lamongan Anton Adrian Anton Kurnia Anwar Holid Ardhabilly Arie MP Tamba Arie Yani Arief Junianto Arif 'Minke' Setiawan Arti Bumi Intaran Ary B Prass Aryo Wisanggeni G AS Sumbawi Awalludin GD Mualif Ayu Nuzul Ayu Sulistyowati Bambang Bujono Bambang Soebendo Bambang Thelo Bandung Mawardi Baridul Islam Pr Basoeki Abdullah Basuki Ratna K BE Satrio Beni Setia Bentara Budaya Yogyakarta Berita Brunel University London Buku Kritik Sastra Bustan Basir Maras Candrakirana KOSTELA Catatan Cover Buku Dahlan Kong Daniel Paranamesa Dari Lisan ke Lisan Darju Prasetya Debat Panjang Polemik Sains di Facebook Dedy Sufriadi Dedykalee Denny JA Desy Susilawati Di Balik Semak Pitutur Jawa Dian Sukarno Dian Yuliastuti Dien Makmur Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Dipo Handoko Disbudpar Djoko Saryono Djuli Djatiprambudi Doddi Ahmad Fauji Donny Anggoro Donny Darmawan Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Kartika Rahayu Dwi Pranoto Dwi Rejeki Dwin Gideon Edo Adityo Eidi Krina Jason Sembiring Eka Budianta Esai Evan Ys F. Budi Hardiman Faidil Akbar Faizalbnu Fatah Yasin Noor Festival Teater Religi Forum Lingkar Pena Lamongan Forum Penulis dan Penggiat Literasi Lamongan (FP2L) Forum Santri Nasional Franz Kafka Galeri Sonobudoyo Gatot Widodo Goenawan Mohamad Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin Hans Pols Hardjito Haris Saputra Harjiman Harryadjie BS Hendra Sofyan Hendri Yetus Siswono Hendro Wiyanto Heri Kris Herman Syahara Heru Emka Heru Kuntoyo htanzil I Wayan Seriyoga Parta Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ida Farida Idris Pasaribu Ignas Kleden Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Indigo Art Space Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Intan Ungaling Dian Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Jajang R Kawentar Jawapos Jejak Laskar Hisbullah Jombang Jiero Cafe Jihan Fauziah Jo Batara Surya Jonathan Ziberg Jual Buku Jual Buku Paket Hemat Jual Buku Paket Hemat 23 Jumartono K.H. Ma'ruf Amin Kabar Kadjie MM Kalis Mardiasih Karikatur Hitam-Putih Karikatur Pensil Warna Kartika Foundation Kemah Budaya Pantura (KBP) Kembulan KetemuBuku Jombang Kitab Puisi Suluk Berahi karya Gampang Prawoto Koktail Komik Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Perupa Lamongan Komunitas Perupa Lamongan (KOSPELA) Komunitas Sastra dan Teater Lamongan (Kostela) Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Koskow Koskow (FX. Widyatmoko) KOSTELA Kris Monika E Kyai Sahal Mahfudz L. Ridwan Muljosudarmo Laksmi Shitaresmi Leo Tolstoy Literasa Donuts Lords of the Bow Luhung Sapto Lukas Luwarso Lukisan M Anta Kusuma M. Ilham S M. Yoesoef Mahmud Jauhari Ali Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria Magdalena Bhoenomo Mas Dibyo Mashuri Massayu Masuki M Astro Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Memoar Purnama di Kampung Halaman Moch. Faisol Moh. Jauhar al-Hakimi Moses Misdy Muhajir Muhammad Antakusuma Muhammad Muhibbuddin Muhammad Yasir Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur Musdalifah Fachri Ndix Endik Nelson Alwi Nietzsche Noor H. Dee Novel Pekik Nung Bonham Nurel Javissyarqi Nurul Hadi Koclok Nuryana Asmaudi SA Obrolan Octavio Paz Oil on Canvas Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pagelaran Musim Tandur Pameran Lukisan Pasar Seni Indonesia Pasar Seni Lukis Indonesia PC. Lesbumi NU Babat Pekan Literasi Lamongan Pelukis Pelukis Dahlan Kong Pelukis Harjiman Pelukis Saron Pelukis Sugeng Ariyadi Pelukis Tarmuzie Pendhapa Art Space Penerbit PUstaka puJAngga Penerbit SastraSewu Pesta Malang Sejuta Buku 2014 Proses kreatif Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin Pustaka Ilalang Pustaka Ilalang Group PUstaka puJAngga R Ridwan Hasan Saputra Rabdul Rohim Rahasia Literasi Rakai Lukman Rambuana Raudlotul Immaroh Redland Movie Remy Sylado Rengga AP Resensi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Riki Antoni Robin Al Kautsar Rodli TL Rudi Isbandi Rumah Budaya Pantura (RBP) Rumoh Projects S. Yadi K Sabrank Suparno Saham Sugiono Sanggar Lukis Alam Sanggar Pasir Sanggar Pasir Art and Culture Sapto Hoedojo Sastra Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra Boenga Ketjil SelaSastra ke #24 Senarai Pemikiran Sutejo Seni Rupa Septi Sutrisna Seraphina Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shinta Maharani Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sketsa Soesilo Toer Sofyan RH. Zaid Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Srihadi Soedarsono Stefanus P. Elu Suci Ayu Latifah Sugeng Ariyadi Suharwedy Sunu Wasono Susiyo Guntur Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno SZ Syifa Amori Tammalele Tamrin Bey TanahmeraH ArtSpace TANETE Tarmuzie Taufiq Wr. Hidayat Teguh Setiawan Pinang Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Toko Buku PUstaka puJAngga Lamongan Toto Nugroho Tri Andhi S Tri Moeljo Triyono Tu-ngang Iskandar Tulus Rahadi Tulus S Universitas Indonesia Universitas Jember Vincent van Gogh Vini Mariyane Rosya W.S. Rendra Wachid Duhri Syamroni Wahyudin Warung Boenga Ketjil Wasito Wawancara Wayan Sunarta William Bradley Horton Yona Primadesi Yosep Arizal L Yunisa Zawawi Se Zulfian Hariyadi