Minggu, 10 Maret 2019

Perupa Muda Abdul Kirno Tanda, Pameran “Tanete”

Moh. Jauhar al-Hakimi
Pameran tunggal Abdul Kirno Tanda bertajuk “Tanete” di Parak Seni, 
Dusun Bodeh RT 03 RW 24, Ambarketawang, Gamping, Sleman, 8 Maret - 15 April 2019.

Seniman-perupa muda Abdul Kirno Tanda mempresentasikan karya dua matranya di Parak Seni, Ambarketawang-Gamping, Sleman. Pameran bertajuk “Tanete” dibuka oleh pemilik Syang Art Space - Magelang, L Ridwan Muljosudarmo, Jumat (8/3) malam.

Empat puluh satu lukisan terbaru dalam berbagai medium dan ukuran dipamerkan Kirno sebagai bagian merekam proses berkarya sejak lulus dari ISI Yogyakarta tahun lalu, dengan mencoba menggali ingatan dan realitas atas kampung ibunya, sebuah desa bernama Tanete di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

“Ini merupakan satu langkah baik. Langkah yang tepat untuk seniman muda mengawali kariernya. Harus berani melangkah berpameran. Pesan saya, ini adalah satu awalan dimana satu pameran (terlebih pameran tunggal) adalah hal yang penting. Anda akan dinilai. Apapun hasil dari pameran ini tidak penting. Keberanian untuk berpameran itu lebih penting, itu sudah satu poin tersendiri."

"Perjalanan masih panjang, jangan cepat puas diri karena dunia seni rupa bergulir sangat cepat. Seniman-perupa berlomba-lomba untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Artinya ke depannya, karya-karya setelah ini harus juga lebih baik. Pencapaian-pencapaian dan prosesnya akan terus dinilai sejauh mana mampu berkembang. Ini berlaku untuk semua seniman, terutama seniman-perupa muda,” pesan Ridwan saat membuka pameran, Jumat (8/3) malam.

Jika diamati seniman-perupa muda di Yogyakarta dalam lima tahun terakhir mengalami geliat berproses yang cukup pesat-cepat jika dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Perubahan dan perbaikan kurikulum di bangku pendidikan sedikit banyak berpengaruh pada penguasaan teknik, pengenalan dan eksplorasi medium, hingga pembacaan wacana melalui dunia yang telah terhubung yang banyak membantu seniman.

Beruntungnya di wilayah Yogyakarta banyak ruang seni yang memberikan ruang bagi seniman-perupa muda untuk mempresentasikan karya seperti Parak Seni, Sangkring Art Sace, Sarang, serta tumbuhnya ruang-ruang seni baru turut mengambil peran bagi ruang presentasi karya seniman-perupa muda.

A Anzieb dalam tulisan kuratorial pameran menjelaskan bagaimana emosi Kirno yang selama ini sering meledak-ledak, kadang keras, kadang lembut, kadang menjadi peragu yang paling ulung mulai teredam di antara kata, sikap dan perbuatannya lewat garis-garisnya, ruang, warna, komposisi, tekstur dan lain-lain– membuat karya lukisannya seperti memasuki ruang puitis menjadi catatan perjalanan proses karya yang menarik.

Kontemplasi, perhentian, peluruhan rasa untuk tiba-tiba berlari cepat menembus realitas seolah menjadi eksperimen Kirno sekaligus naik-turunnya semangat bersenirupa yang dijalaninya hari ini. Hal tersebut terekam dalam goresan-goresan garis abstrak Kirno dalam citraan pastel, sebuah zona aman dalam wilayah bermain-main warna.

Setidaknya hal tersebut terekam dalam sebuah ruangan yang memajang karya berjudul Terkikisnya Alam, Bukit-bukit, Di Atas Bukit, Bergantinya Musim yang harus berbagi ruang dengan sebuah karya yang cukup kuat berjudul Kaki Ibu Terluka.

Secara keseluruhan Kirno mencoba merawat kenangan atas Tanete, kampung ibunya dalam citraan goresan garis abstrak. Sebuah pilihan yang cukup berani untuk seniman-perupa muda hari ini merekam alam sebuah kampung di kaki Gunung Lompobatang yang secara visual mungkin akan memancing seniman-perupa muda bermain-main dalam visual realis-surealis. Kirno lebih memilih dalam goresan yang abstrak. Tentu Kirno punya alasan tersendiri. Hanya satu karya dimana Kirno bermain-main dengan goresan figuratif-naif dalam karya berjudul To Tanete, orang-orang Tanete.

Dalam hal menyikapi dinamika sosial yang berkembang, sebuah karya berjudul Burung Berkabar bisa jadi menjadi pembacaan Kirno atas hiruk-pikuk suara di masyarakat hari ini. Kabar burung yang merujuk pada berita/kabar yang belum jelas kebenarannya tentu memiliki warna yang beragam, arah yang beragam, serta pembacaan/pemahaman makna yang beragam pula. Dalam Burung Berkabar, justru secara sederhana Kirno merekamnya dalam citraan monochrome hitam-putih.

Pameran seni rupa "Tanete" berlangsung hingga 15 April 2019 di Parak Seni, Dusun Bodeh RT 03 RW 24, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping – Sleman.

Editor : Sotyati
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/pameran-perupa-muda-tanete

Lukisan Abdul Kirno Tanda dalam foto lainnya:

1 komentar:

  1. Semangat anak muda Karossa Kab.mamuju tengah prov sulbar....

    BalasHapus

20 Tahun Kebangkitan Sastra-Teater Lamongan A. Anzieb A. Khoirul Anam A. Kirno Tanda A.C. Andre Tanama A.D. Pirous A.S. Laksana Abdillah M Marzuqi Abdul Ajis Abdul Kirno Tanda Abdurrahman Wahid Abu Nisrina Adhi Pandoyo Adib Muttaqin Asfar Adreas Anggit W. Afnan Malay Agama Para Bajingan Agung Kurniawan Agung WHS Agus B. Harianto Agus Dermawan T Agus Hernawan Agus Mulyadi Agus R. Subagyo Agus Sigit Agus Sulton Agus Sunyoto Aguslia Hidayah AH J Khuzaini Akhmad Sekhu Akhmad Taufiq Alim Bakhtiar Alur Alun Tanjidor Amang Rahman Jubair Amien Kamil Amri Yahya Anang Zakaria Andhi Setyo Wibowo Andong Buku Andong Buku #3 Andong Buku 3 Andry Deblenk Anindita S Thayf Antologi Puisi Kalijaring Antologi Sastra Lamongan Anton Adrian Anton Kurnia Anwar Holid Ardhabilly Arie MP Tamba Arie Yani Arief Junianto Arif 'Minke' Setiawan Arti Bumi Intaran Ary B Prass Aryo Wisanggeni G AS Sumbawi Awalludin GD Mualif Ayu Nuzul Ayu Sulistyowati Bambang Bujono Bambang Soebendo Bambang Thelo Bandung Mawardi Baridul Islam Pr Basoeki Abdullah Basuki Ratna K BE Satrio Beni Setia Bentara Budaya Yogyakarta Berita Brunel University London Buku Kritik Sastra Bustan Basir Maras Candrakirana KOSTELA Catatan Cover Buku Dahlan Kong Daniel Paranamesa Dari Lisan ke Lisan Darju Prasetya Debat Panjang Polemik Sains di Facebook Dedy Sufriadi Dedykalee Denny JA Desy Susilawati Di Balik Semak Pitutur Jawa Dian Sukarno Dian Yuliastuti Dien Makmur Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Dipo Handoko Disbudpar Djoko Saryono Djuli Djatiprambudi Doddi Ahmad Fauji Donny Anggoro Donny Darmawan Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Kartika Rahayu Dwi Pranoto Dwi Rejeki Dwin Gideon Edo Adityo Eidi Krina Jason Sembiring Eka Budianta Esai Evan Ys F. Budi Hardiman Faidil Akbar Faizalbnu Fatah Yasin Noor Festival Teater Religi Forum Lingkar Pena Lamongan Forum Penulis dan Penggiat Literasi Lamongan (FP2L) Forum Santri Nasional Franz Kafka Galeri Sonobudoyo Gatot Widodo Goenawan Mohamad Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin Hans Pols Hardjito Haris Saputra Harjiman Harryadjie BS Hendra Sofyan Hendri Yetus Siswono Hendro Wiyanto Heri Kris Herman Syahara Heru Emka Heru Kuntoyo htanzil I Wayan Seriyoga Parta Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ida Farida Idris Pasaribu Ignas Kleden Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Indigo Art Space Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Intan Ungaling Dian Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Jajang R Kawentar Jawapos Jejak Laskar Hisbullah Jombang Jiero Cafe Jihan Fauziah Jo Batara Surya Jonathan Ziberg Jual Buku Jual Buku Paket Hemat Jual Buku Paket Hemat 23 Jumartono K.H. Ma'ruf Amin Kabar Kadjie MM Kalis Mardiasih Karikatur Hitam-Putih Karikatur Pensil Warna Kartika Foundation Kemah Budaya Pantura (KBP) Kembulan KetemuBuku Jombang Kitab Puisi Suluk Berahi karya Gampang Prawoto Koktail Komik Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Perupa Lamongan Komunitas Perupa Lamongan (KOSPELA) Komunitas Sastra dan Teater Lamongan (Kostela) Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Koskow Koskow (FX. Widyatmoko) KOSTELA Kris Monika E Kyai Sahal Mahfudz L. Ridwan Muljosudarmo Laksmi Shitaresmi Leo Tolstoy Literasa Donuts Lords of the Bow Luhung Sapto Lukas Luwarso Lukisan M Anta Kusuma M. Ilham S M. Yoesoef Mahmud Jauhari Ali Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria Magdalena Bhoenomo Mas Dibyo Mashuri Massayu Masuki M Astro Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Memoar Purnama di Kampung Halaman Moch. Faisol Moh. Jauhar al-Hakimi Moses Misdy Muhajir Muhammad Antakusuma Muhammad Muhibbuddin Muhammad Yasir Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur Musdalifah Fachri Ndix Endik Nelson Alwi Nietzsche Noor H. Dee Novel Pekik Nung Bonham Nurel Javissyarqi Nurul Hadi Koclok Nuryana Asmaudi SA Obrolan Octavio Paz Oil on Canvas Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pagelaran Musim Tandur Pameran Lukisan Pasar Seni Indonesia Pasar Seni Lukis Indonesia PC. Lesbumi NU Babat Pekan Literasi Lamongan Pelukis Pelukis Dahlan Kong Pelukis Harjiman Pelukis Saron Pelukis Sugeng Ariyadi Pelukis Tarmuzie Pendhapa Art Space Penerbit PUstaka puJAngga Penerbit SastraSewu Pesta Malang Sejuta Buku 2014 Proses kreatif Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin Pustaka Ilalang Pustaka Ilalang Group PUstaka puJAngga R Ridwan Hasan Saputra Rabdul Rohim Rahasia Literasi Rakai Lukman Rambuana Raudlotul Immaroh Redland Movie Remy Sylado Rengga AP Resensi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Riki Antoni Robin Al Kautsar Rodli TL Rudi Isbandi Rumah Budaya Pantura (RBP) Rumoh Projects S. Yadi K Sabrank Suparno Saham Sugiono Sanggar Lukis Alam Sanggar Pasir Sanggar Pasir Art and Culture Sapto Hoedojo Sastra Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra Boenga Ketjil SelaSastra ke #24 Senarai Pemikiran Sutejo Seni Rupa Septi Sutrisna Seraphina Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shinta Maharani Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sketsa Soesilo Toer Sofyan RH. Zaid Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Srihadi Soedarsono Stefanus P. Elu Suci Ayu Latifah Sugeng Ariyadi Suharwedy Sunu Wasono Susiyo Guntur Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno SZ Syifa Amori Tammalele Tamrin Bey TanahmeraH ArtSpace TANETE Tarmuzie Taufiq Wr. Hidayat Teguh Setiawan Pinang Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Toko Buku PUstaka puJAngga Lamongan Toto Nugroho Tri Andhi S Tri Moeljo Triyono Tu-ngang Iskandar Tulus Rahadi Tulus S Universitas Indonesia Universitas Jember Vincent van Gogh Vini Mariyane Rosya W.S. Rendra Wachid Duhri Syamroni Wahyudin Warung Boenga Ketjil Wasito Wawancara Wayan Sunarta William Bradley Horton Yona Primadesi Yosep Arizal L Yunisa Zawawi Se Zulfian Hariyadi